PIU ICARE Kalbar perkenalkan Inovasi BUJANGSETA di Desa Bekut untuk Kemandirian Jeruk Lokal
Sambas, 17 Desember 2025 — Dukung transformasi agribisnis jeruk di Kabupaten Sambas Tim PIU ICARE BRMP Kalimantan Barat yang dipimpin oleh Sanusi, SST. memperkenalkan Teknologi Produksi Buah Berjenjang Sepanjang Tahun (BUJANGSETA) yang bertempat di Kantor Balai Desa Bekut, Kecamatan Tebas. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Bekut (Mugi Suprapto, S.Sos.), Penyuluh Pertanian Lapangan BPP Tebas (Imansyah, S.P.), Fasilitator Lapangan ICARE (Rosita, S.P.), Ketua Srikandi KWT Desa Bekut (Zuraida), serta kelompok tani setempat. Dalam sambutannya, Imansyah, S.P. dan Mugi Suprapto, S.Sos. menekankan bahwa pelatihan ini merupakan investasi ilmu yang sangat berharga untuk mengubah pola pikir petani.
Teknologi ini hadir sebagai solusi strategis untuk memecah siklus panen jeruk yang selama ini hanya terpusat pada bulan Juni-Agustus, sehingga petani dapat memanen hingga 4-5 kali setahun sekaligus menghindari anjloknya harga akibat kelebihan pasokan saat panen raya. Sanusi, SST. menambahkan, “Dengan Teknologi BUJANGSETA, target pasar dari jeruk kita adalah luar negeri”.
Salah satu kunci keberhasilan sistem BUJANGSETA terletak pada integrasi teknik Pikung yaitu metode pemijatan dan pelengkungan pada batang atau ranting tanaman yang dikombinasikan dengan enam pilar manajemen terpadu. Teknik Pikung berperan krusial dalam mengatur distribusi hara dan merangsang pertumbuhan bunga di titik-titik produktif yang didukung oleh manajemen air yang optimal serta pemenuhan nutrisi melalui empat fase pemupukan.
Selain itu, manajemen cabang melalui pemangkasan dan penjarangan buah (2-3 buah per ranting) dilakukan untuk menjaga keseimbangan beban tanaman. Fokus perlindungan juga diarahkan pada pengendalian hama penyakit, khususnya penyebab Burik Kusam guna memastikan setiap tahap panen menghasilkan buah dengan tampilan kulit yang mulus dan kualitas premium yang mampu bersaing dengan komoditas impor.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang sangat dinamis dengan para peserta terlibat aktif dalam tanya jawab mengenai penerapan teknologi di lapangan. Diskusi ini memperkuat pemahaman bahwa BUJANGSETA bukan sekadar teknik budidaya, melainkan strategi bisnis untuk menciptakan rantai pasok yang stabil dan berkelanjutan.
Melalui sinergi antara teknik manipulasi tanaman dan manajemen nutrisi yang tepat, kedaulatan buah jeruk lokal diharapkan semakin kokoh, membawa dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Desa Bekut, serta mengukuhkan posisi Kabupaten Sambas sebagai sentra jeruk unggulan yang mampu menembus pasar internasional.